Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil BRSAMPK Rumbai di Pekanbaru
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Taman Anak Sejahtera
· Profil

Menu Utama
· Depan
· Advertising
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


RAKOOR PEMBINAAN LANJUTAN TERHADAP PENERIMA MANFAAT DI RUMAH ANTARA PSBR RUMBAI
Dikirim oleh Tamu - pada Kamis, 11 September 2014
Berita

RAPAT KOORDINASI “PEMBINAAN LANJUTAN TERHADAP PENERIMA MANFAAT DI RUMAH ANTARA PSBR RUMBAI PEKANBARU” DAN “SOSIALISASI KEGIATAN KEARIFAN LOKAL (SENI MELAYU) BAGI ANGGOTA GENG MOTOR DI KOTA PEKANBARU”


Oleh : Tien Septemberiawati, S.ST

Selasa (09/14), PSBR Rumbai Pekanbaru mengadakan Rapar Koordinasi dalam rangka pembinaan lanjutan terhadap penerima manfaat di rumah antara PSBR Rumbai, serta sosialisasi kegiatan kearifan lokal (seni melayu) bagi anggota geng motor di Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut bertempat di ruang perpustakaan PSBR Rumbai Jalan Khayangan No. 160 Rumbai. Kegiatan tersebut bertujuan diantaranya adalah : 1). Tersedianya wadah untuk beraktivitas dan pengembangan potensi diri bagi anggota geng motor yang ada di kota Pekanbaru melalui kegiatan kearifan lokal (seni melayu), 2). Tumbuhnya pola pikir dan pola perilaku yang positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam diri anggota geng motor yang ada di kota Pekanbaru, 3). Dimilikinya kompetensi diri secara positif di bidang seni melayu, sebagai bekal untuk berkreativitas dan mengembangkan diri secara positif. Kegiatan rakor ini dihadiri oleh Dinas Sosial Provinsi Riau, Dinas Sosial Kabupaten Siak, Kepolisisan Daerah Riau, Kepolisian Resor Kota Pekanbaru,Kepolisian Sektor Rumbai Pekanbaru, Puskesmas Rumbai Pesisir, Ketua Klub Motor PSBR, Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru serta Sanggar Seni Balairung Arts Production Pekanbaru. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala PSBR Rumbai Pekanbaru Bapak Sarino, S. Pd, M. Si. Beliau memberikan pemaparan berkaitan dengan koordinasi antara PSBR Rumbai dengan instansi vertikal yang ada di Pekanbaru, mengenai pembinaan lanjutan terhadap penerima manfaat di rumah antara psbr rumbai pekanbaru dan sosialisasi kegiatan kearifan lokal (seni melayu) bagi anggota geng motor di kota pekanbaru. Bapak Sarino, S. Pd, M. Si menyampaikan bahwa geng motor di kota Pekanbaru masih menunjukkan jumlah yang relatif besar. Beberapa anggota geng motor menunjukkan perilaku yang negatif dan meresahkan masyarakat (kasar, brutal, dan anarkis). Mereka juga melakukan tindakan melawan hukum (pemalakan, pencurian dan tindakan kriminal lainnya). Masing-masing kelompok geng motor ingin menunjukkan eksistensi diri secara negatif yang rentan menimbulkan gesekan, benturan dan tawuran. Maka dari itu diperlukan upaya preventif untuk meminimalisir tindakan dari geng motor yang meresahkan masyarakat. Untuk itu PSBR Rumbai Pekan & Unit teknis Kemensos RI (Dit. PSKBS), serta Sanggar Seni Balairung Arts Production, mengadakan kegiatan pengembangan kompetensi diri secara positif bagi anggota geng motor di kota Pekanbaru melalui pendekatan kearifan lokal (seni Melayu).



Sasaran dari kegiatan ini adalah anggota dari beberapa geng motor yang ada di kota Pekanbaru, dengan jumlah 20 (dua puluh) orang. Nantinya kedua puluh orang ini akan dibagi dalam 3 (tiga) kelompok. Kelompok pertama sebagai anggota band melayu, kelompok kedua sebagai anggota vokalis band melayu, dan yang ketiga sebagai anggota penari melayu. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan ditampilkan dalam acara pentas seni, bersamaan dengan kegiatan penutupan bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan penerima manfaat reguler PSBR Rumbai angkatan 69 tahun 2014, pada akhir bulan Desember nanti.

Seluruh tamu undangan rakor sangat mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan ini. Mereka sangat antusias dan siap untuk bekerjasama dengan PSBR Rumbai dalam pelaksanaannya. Berikut ini beberapa pendapat dari undangan rakor yang hadir, dari pihak kepolisian siap untuk membantu pelaksanaan kegiatan karena dari kegiatan yang lalu PSBR Rumbai telah berhasil membina 31 (tiga puluh satu) orang geng motor yang sekarang mereka telah membentuk suatu klub motor PSBR, yang mana istilah geng motor secara psikologis memang kurang baik, karena berkonotasi negatif. Maka dari itu mereka membentuk suatu kelompok klub motor. Polres Pekanbaru mengatakan solidaritas geng motor ini sangat tinggi, untuk itu PSBR jangan pernah lelah dan lengah untuk terus membina geng-geng motor yang masih berkeliaran di kota Pekanbaru ini, dan mereka ini diharapkan dapat diberi atau dialihkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif. Selain itu perlu juga adanya pembinaan kepada orang tua dari anggota geng motor, pihak kepolisian juga telah bergerilya dengan mengadakan penyuluhan ke sekolah-sekolah (police goes to school), baik itu sekolah tingkat SMP maupun SMA.

Selanjutnya fungsional pekerja sosial, Bapak Hendry Suyanto menyampaikan paparan mengenai perkembangan penerima manfaat “J” terkait korban selamat kasus sodomi dan mutilasi di kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Setelah satu minggu di rumah Antara PSBR Rumbai, kondisi fisik “J” sudah menunjukkan peningkatan, rambut, kuku dan badan secara umum telah lebih bersih, mandi dua kali dalam sehari dan menggunakan sabun mandi serta sampho untuk keramas, kuku dipotong pendek, rambut di sisir rapi serta anting-anting yang terpakai telah dilepaskan, sehingga “J” lebih terlihat rapi dan bersih. Pakaian yang digunakan juga selalu dicuci dan disetrika, di rumah antara ini “J” mendapatkan bimbingan untuk melakukan semua itu serta aktivitas membersihkan lingkungan tempat tinggalnya, seperti membersihkan tempat tidur, menyapu rumah, halaman, mengepel dan mencuci piring. Pada kondisi sosial, “J” sudah mulai terbuka untuk melakukan unteraksi sosial dengan petugas pendamping, dan sudah mau bercerita walaupun masih sedikit. Kondisi psikologis,“J” sering bermimpi hal-hal yang menyeramkan, seperti melihat potongan-potongan kepala dan tubuh korban mutilasi dan adanya suara-suara yang suka memanggil namanya. Hal ini membuat “J” merasa takut. Untuk kondisi spiritual, “J” sudah mulai terbiasa melaksanakan ibadah sholat walaupun masih harus selalu diingatkan ataupun dibangunkan dikala melaksanakan sholat subuh. Perkembangan diminggu ke dua PM “J” menunjukkan banyak peningkatan, untuk kondisi fisik “J” sudah bersih, rapi dan berat badan sudah bertambah tiga kilogram. Kondisi sosial, “J” sudah sangat terbuka untuk melakukan interaksi sosial baik dengan pendamping maupun dengan teman lain (PM reguler PSBR), bercanda, mengungkapkan pendapat, bercerita tentang keluarga dan dirinya. Selain itu dalam kegiatan bimbingan sosial, keterampilan, olah raga maupun ekstrakurikuler lainnya “J” juga turut aktif. Mengenai mimpi yang menyeramkan sudah mulai berkurang, sehingga “J” sudah tidak begitu ketakutan lagi. Dalam hal beribadah, sudah dapat dilaksanakan dengan kesadaran sendiri walaupun terkadang masih perlu diingatkan.

Beberapa pendapat dan usulan dari tamu undangan yang berkaitan dengan kasus “J” ini dapat dirangkum sebagai berikut : Anak korban sodomi cenderung untuk menjadi pelaku di masa yang akan datang maka dari itu perlu pengawasan dan pencegahan, dalam kegiatan sehari-hari hendaknya “J” dijauhkan dari senjata tajam, gambar porno maupun film porno. Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap “J” untuk tujuan pembinaan di rumah Antara PSBR. Untuk catatan, jangan terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan/keputusan dalam penanganan “J” perlu diperhatikan secara cermat dan mendalam dari aspek psikologisnya. Penempatan “J” di rumah Antara sudah sangat tepat, karena dipisahkan dulu dengan anak lain di PSBR, perlu dilakukan observasi yang kontinyu pada saat “J” bergaul dengan PM reguler PSBR, agar kita mengetahui prilaku “J” yang sebenarnya dan lebih mengetahui langkah yang tepat dalam menangani kasusnya.

Demikian kegiatan rapat koordinasi pembinaan lanjutan terhadap penerima manfaat di rumah antara psbr rumbai pekanbaru dan sosialisasi kegiatan kearifan lokal (seni melayu) bagi anggota geng motor di kota pekanbaru. Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi dan sinergitas dari semua pihak dapat semakin tingkatkan. (tien.s)




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh brsampkrumbai


Berita terpopuler tentang Berita:
MENGENAL METODE SOCIAL GROUP WORK DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL


Nilai Berita
Rata-rata: 1
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 2.425190 Seconds