Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil BRSAMPK Rumbai di Pekanbaru
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Taman Anak Sejahtera
· Profil

Menu Utama
· Depan
· Advertising
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


CASE CONFERENCE RUMAH ANTARA
Dikirim oleh fatonah - pada Kamis, 28 Agustus 2014
Berita

PEMBAHASAN KASUS PENERIMA MANFAAT YANG BERADA DI RUMAH ANTARA PSBR RUMBAI PEKANBARU


Oleh : Budi Prayitno

Bertempat di ruang Kepala PSBR Rumbai Pekanbaru, pada hari Selasa, 26 Agustus 2014 siang, dilaksanakan kegiatan pembahasan kasus terhadap Penerima Manfaat (PM) yang berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru. PM yang berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru ini merupakan salah seorang korban selamat, dari serangkaian kejahatan kemanusiaan berupa perbuatan sodomi, pembunuhan, dan mutilasi yang dilakukan oleh Delfi cs, yang terjadi di Desa Tualang Kecamatan Perawang Kabupaten Siak Provinsi Riau. Penempatan korban selamat berinisial “J” ini di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru merupakan upaya reaksi cepat PSBR Rumbai Pekanbaru dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap anak yang berkaitan dengan hukum, baik anak sebagai pelaku, anak sebagai korban, maupun anak sebagai saksi.

 

 
 
 


Keberadaan “J” (13 tahun, 2 bulan), terdeteksi pada saat tv one menayangkan berita tentang kasus mutilasi yang dilakukan oleh Delfi cs pada program Kabar Pagi, Senin, 18 Agustus 2014.. Selanjutnya, tim reaksi cepat PSBR Rumbai Pekanbaru melakukan penjangkauan ke lokasi kejadian, setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Siak dan Kepolisian Resort Siak. Dari hasil penjangkauan, dicapai kesepakatan antara Dinas Sosial Kabupaten Siak, Kepolisian Resort Siak, dan PSBR Rumbai Pekanbaru, untuk memberikan pendampingan secara khusus kepada “J”, dengan cara memberikan perlindungan di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru. Selasa, 19 Agustus 2014, “J” diantar ke rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru oleh petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Siak.

Selama berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru, “J” mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasarnya, baik itu tempat tinggal yang aman, pemenuhan kebutuhan makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya. Di samping itu, “J” juga mendapatkan pendampingan dari tim rehabilitasi, yang terdiri dari Pekerja Sosial, Psikolog, Pembimbing Agama, dan Perawat. Pendampingan dari tim rehabilitasi ini bertujuan agar “J” merasakan keamanan dan kenyamanan selama berada di rumah antara, sehingga ia kembali memiliki konsep diri secara positif dalam menjalani kehidupan kesehariannya sebagai seorang anak. Sebagai seorang korban yang selamat, “J” memiliki perasaan ketakutan, kecemasan, ataupun traumatik, yang tentu mengganggu kondisi psikis dan perkembangannya sebagai seoran anak.

Setelah seminggu berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru, tim rehabilitasi melakukan kegiatan pembahasan kasus, dalam rangka membahas perkembangan yang telah ditunjukkan oleh “J”, mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan, dan pendampingan lanjutan apa yang akan diberikan kepada “J”.

Kegiatan pembahasan kasus ini dihadiri oleh usur pimpinan dan fungsional di PSBR Rumbai Pekanbaru. Unsur pimpinan terdiri dari Kepala PSBR Rumbai Pekanbaru, Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial, serta Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial. Dari unsur fungsional terdiri dari Pekarja Sosial, Perawat, Pembimbing Agama, dan Perawat. Kegiatan dibuka oleh ketua tim rehabilitasi, Rakhmat Ariyanto, SH. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan pembahasan kasus terhadap PM yang berada di rumah antara PSBR Rumbai Pekanbaru, yaitu “J”. Selanjutnya, pengarahan dari Kepala PSBR Rumbai Pekanbaru, Bapak Sarino, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan sinergitas dari setiap unsur yang ada di PSBR Rumbai Pekanbaru, dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial terhadap anak. Apalagi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, baik anak sebagai pelaku, anak sebagai korban, maupun anak sebagai saksi. Keberadaan “J” selaku korban selamat dari kasus kejahatan yang terjadi di Kabupaten Siak, hendaknya dijadikan sebagai kesempatan untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial yang terbaik, baik dari segi pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang aman, pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari sebagai seorang anak, maupun pendampingan psikososial agar “J” dapat menghilangkan kecemasan, ketakutan maupun trauma yang dialaminya. Diharapkan, “J” dapat memiliki cara pandang yang positif tentang diri dan lingkungan sosialnya, sehingga ia dapat menjalankan keberfungsian sosialnya secara memadai sebagai seorang anak.

Selanjutnya, kegiatan pembahasan kasus dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai kondisi terkini yang ditunjukkan oleh “J”. Informasi perkembangan “J” disampaikan oleh petugas pendamping dari tim rehabilitasi, yaitu oleh pekerja sosial, psikolog, maupun pembimbing agama. Secara sosial, “J” menunjukkan kemajuan yang ditandai dengan kemauan untuk membuka diri, menerima orang lain, melakukan interaksi dan berkomunikasi. Secara berangsur-angsur, “J” mulai bercerita mengenai kejadian yang dialaminya bersama salah seorang pelaku. Secara psikologis, “J” mulai mau berbagi mengenai kecemasan yang masih dialaminya, berupa mimpi-mimpi yang ia anggap menyeramkan. “J” yang beragama Islam, relatif sudah mengenal dan memahami mengenai ajaran Islam, walaupun masih sedikit. Selama di rumah antara, “J” diperkenalkan kembali dengan ajaran Islam, berikut pelaksanaan ibadah kesehariannya, misalnya dengan melakukan sholat berjamah maupun membiasakan berdoa sebelum dan setelah melakukan sesuatu. Dalam aktivitas sehari-hari, “J” telah menunjukkan adanya perubahan yang positif. Jika pada awal keberadaannya di rumah antara, “J” belum memiliki inisiatif kepekaan atau kepedulian terhadap lingkungan rumah, saat ini “J” secara mandiri mulai membiasakan diri untuk membereskan tempat tidurnya, menyapu lantai rumah, dan mencuci piring. Kebiasaan ini muncul karena upaya dari tim pendamping untuk selalu memberikan informasi melalui pendekatan anak, dan secara aktif bersama-sama memberikan contoh perbuatan yang harus dilakukan. Misalnya, petugas pendamping melakukan kegiatan menyapu lantai bersama dengan “J”. Begitu juga pada saat membereskan tempat tidur atau mencuci piring.

Kemajuan positif yang ditunjukkan oleh “J” akan terus dipantau oleh tim rehabilitasi, dalam rangka semakin mempersiapkan “J” untuk dapat bergabung dengan PM reguler yang ada di PSBR Rumbai Pekanbaru. Pekerja Sosial pengampu, yang bertanggung jawab terhadap perkembangan kondisi “J”, yaitu Hendry Suyanto, secara rutin harus membuat laporan perkembangan kondisi “J”. Berdasarkan laporan perkembangan tersebut, akan dapat ditentukan, waktu yang tepat untuk menggabungkan “J” bersama PM reguler lainnya. Waktu penggabungan “J” bersama PM reguler lainnya, akan diputuskan melalui pembahasan kasus berikutnya, dengan mempertimbangkan capaian kemajuan “J”, sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkann oleh tim rehabilitasi.

Berikutnya, diusulkan pula untuk memantapkan jadwal petugas piket yang mendampingi “J”, agar lebih efektif dan efisien. Di samping itu, petugas piket juga secara aktif membuat suasana dan aktivitas yang rekreatif dan edukatif pada saat bersama dengan “J”. Peningkatan sarana dan prasarana di rumah antara pun, turut menjadi perhatian dalam pembahasan kasus ini. Kemudian disepakati, untuk mengadakan pembahasan kasus lanjutan pada minggu berikutnya, dengan mengundang pihak terkait lainnya, yaitu pihak kepolisian, Dinas Sosial Provinsi Riau, Dinas Sosial Kabupaten Siak, dan Puskesmas Rumbai Pesisir. Kegiatan pembahasan kasus ini diakhiri dengan pembacaan kesimpulan oleh notulen, Budi Prayitno. Dan ditutup oleh Ketua Tim Rehabilitasi, Rakhmat Ariyanto, SH. (dhie).

 

 
 
 



 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh brsampkrumbai


Berita terpopuler tentang Berita:
MENGENAL METODE SOCIAL GROUP WORK DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 1.243905 Seconds