Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil BRSAMPK Rumbai di Pekanbaru
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Taman Anak Sejahtera
· Profil

Menu Utama
· Depan
· Advertising
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


outrech
Dikirim oleh fatonah - pada Sabtu, 16 Agustus 2014
Berita

PENJANGKAUAN KASUS SODOMI DAN MUTILASI DI KABUPATEN SIAK DARI KORBAN YANG SELAMAT

oleh; PenulisTim TRC PSBR “Rumbai” (Rivdya Milyarni Putri (Sakti Peksos AMPK) dan Dwi Harjanti)

Rabu, (13/08), Tim Reaksi Cepat (TRC) Panti Sosial Bina Remaja “Rumbai” Pekanbaru melakukan penjangkauan terhadap korban selamat dari kasus Sodomi dan Mutilasi di Kabupaten Siak yang diberitakan media nasional di Indonesia.

 


Tim TRC PSBR “Rumbai” bersama Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kab. Siak Bapak Wan Idris dan Staffnya menuju ke Polres Kab. Siak menemui Kapolres dan Kanit PPA untuk mengetahui kasus sodomi dan mutilasi ini. Namun Kapolres dan Kanit PPA sedang berada di Pekanbaru.Pihak kepolisian meminta kami untuk langsung datang ke Polsek Tualang, Perawang menjumpai Kapolsek Tualang.

Setiba di Polsek Tualang, Kecamatan Perawang, Tim TRC di minta langsung mendatangi korban yang selamat (J) 14 tahun ke rumahnya di daerah Pinang Sebatang bersama wartawan harian Riau Pos. Dari keterangan Ibu tiri korban, bahwasanya korban mengalami diskriminasi dari keluarga besar dan masyarakat sekitar yaitu korban tidak boleh tinggal dirumahnya dan diasingkan ke ladang. Mereka takut jika korban selamat tersebut juga akan memutilasi mereka. Kemudian mencari korban tersebut dan ayahnya yang sedang memancing ditepian sungai yang berlokasi cukup jauh dari lokasi rumahnya ± 10 km.

Tim TRC Panti Sosial Bina Remaja Pekanbaru dan Kabid Rehsos Dinsosnakertrans Kab. Siak mewawancarai korban yang selamat tersebut. Dari pengakuannya korban, 1 (satu) tahun yang lalu sepulang sekolah korban diajak oleh salah satu pelaku sodomi dan mutilasi untuk bekerja keluar daerah ke Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. Namun 4 (empat) bulan bersama pelaku, pelaku mengajak korban untuk menemui teman lainya. Pada saat itulah muncul kecurigaan dari korban terhadap pelaku dan akhirnya menolak ajakan tersebut.

Korban (J) langsung melarikan diri dengan mencari pekerjaan lainnya yaitu bekerja dijasa penyewaan tenda pelaminan daerah Ujung Tanjung. Dengan munculnya berita Kasus Sodomi dan Mutilasi yang terjadi di desanya dan mengenali beberapa Pelaku, orang tua korban khawatir anaknya adalah salah satu korban mutilasi tersebut. Orang tua korban langsung melaporkan ke Kepolisian bahwa anaknya hilang 1 (satu) tahun yang lalu. Pihak kepolisian dan ayah korban melakukan pencarian dan menemukan korban di Ujung Tanjung.

Saat kami menjumpai, korban sudah berada di rumah 2 (dua) hari yang lalu. Dalam pengakuannya kepada Tim TRC Panti Sosial Bina Remaja “Rumbai” Pekanbaru, bahwa korban tidak mengalami tindak kekerasan dan pelecehan seksual tersebut. Korban mengetahui pelaku yang mengajaknya bekerja di luar daerah tersebut memiliki perilaku menyimpang setelah melihat pemberitaan di televisi. Dari pemberitaan tersebut korban mengalami trauma jika diajak oleh orang yang baru dikenalnya.

Dalam wawancara tersebut korban memiliki harapan untuk bisa menjadi orang sukses dan bercita-cita menjadi dokter, namun dengan kondisi dirinya yang sudah putus sekolah kelas 4 (empat) Madrasah Ibtidaiah korban tetap memiliki harapan untuk menjadi orang sukses seperti mengembangkan bakat yang dimilikinya. Harapan tersebut di dukung oleh orang tuanya, dimana orang tuanya menginginkan anaknya hidup lebih baik dan layak dibanding kondisinya saat ini dengan perekonomian yang kurang.

Dengan kondisi tersebut, Pihak Dinsosnakertrans Kab. Siak berupaya untuk memfasilitasi korban ke PSBR dan setelah mengikuti pembinaann tersebut Dinsosnakertrans Kab. Siak akan memberikan bantuan, bimbingan dan pendampingan terhadap korban agar nantinya bisa mandiri dan sukses seperti harapan korban.

Tim TRC Panti Sosial Bina Remaja Rumbai Pekanbaru menyambut baik inisiatif Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kab. Siak tersebut untuk mendapatkan pendampingan psikososial korban bisa mengikuti pembinaan di PSBR “Rumbai” Pekanbaru yang merupakan program pemerintah melalui Kementerian Sosial RI. Selain mendapatkan pembinaan dan pendidikan seperti pbimbingan fisik dan kesehatan, bimbingan mental, bimbingan sosial, bimbingan keterampilan dan ektrakurikuler PSBR “Rumbai” juga melakukan pemulihan psikososial bagi korban dengan didampingi oleh Pekerja Sosial agar korban tidak mengalami trauma dan stress yang berkepanjangan. Diharapkan setelah mengikuti pembinaan di PSBR Rumbai Pekanbaru korban mampu mandiri dan berjiwa wirausaha serta mampu mengembangkan potensi dirinya dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

 


Catatan:

 

 



 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh brsampkrumbai


Berita terpopuler tentang Berita:
MENGENAL METODE SOCIAL GROUP WORK DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 4.521798 Seconds