Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil BRSAMPK Rumbai di Pekanbaru
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Taman Anak Sejahtera
· Profil

Menu Utama
· Depan
· Advertising
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


STUDI KASUS
Dikirim oleh fatonah - pada Senin, 21 April 2014
Berita

Kasus Pemerkosaan “IPS”

 


Kekerasan terhadap perempuan akhir-akhir ini marak sering terjadi. Berdasarkan informasi dari P2TP2A Kabupaten Kampar, bulan Desember 2013, seorang ibu berinisial S, melaporkan kepada P2TP2A Kabupaten Kampar, bahwa anaknya yang berinisial IPS telah mengalami tindakan pemerkosaan, oleh seseorang yang berinisial H, dan sehingga anaknya hamil dengan kandungan berusia 5 bulan. Ibu S awalnya tidak mengetahui kasus tersebut. Namun karena melihat kondisi fisik IPS yang berubah, ibu S menjadi curiga. Beliau bertanya kepada IPS mengenai kondisi yang terjadi. Awalnya IPS tidak mau bercerita. Setelah dibujuk, akhirnya IPS mau bercerita. ………….



Sekitar bulan Agustus 2013, sore hari, ia diajak dan dipaksa H untuk masuk ke rumah keluarga H, yang berada beberapa rumah dari tempat tinggal IPS. H sendiri tinggal di Kota Padang, Sumatera Barat. Beberapa kali ia datang ke tempat saudaranya, yang merupakan tetangga IPS. IPS tidak mau dan mencoba berontak, namun H tetap menarik tangannya hingga masuk ke rumah saudara H. Di salah satu kamar, IPS diikat kaki dan tangannya dengan tali rapia. Sementara mulutnya diikat dengan menggunakan kain. Terjadilah peristiwa pemerkosaan tersebut. Setelah kejadian, IPS tidak mau bercerita kepada orang tua dan keluarganya. Setelah beberapa bulan, barulah peritiwa itu terungkap, setelah ibu IPS curiga dengan kondisi tubuh IPS yang berubah. Selanjutnya, ibu IPS mengadukan permasalahan tersebut kepada P2TP2A Provinsi Riau. Dari sana disarankan, agar ibu IPS melapor kepada P2TP2A Kabupaten Kampar dan Kepolisian Resor Kampar, sesuai dengan lokasi kejadian perkara. Dengan didampingi oleh tim dari P2TP2A Kabupaten Kampar, ibu IPS melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Resor Kampar.

Karena ketiadaan saksi, menyebabkan tidak dapat diproses lebih lanjut. Ditambah lagi dengan kondisi intelektual IPS yang tergolong relatif rendah, dimana IPS tidak mampu membaca dan menulis, menyebabkan penanganan kasus ini berjalan relatif lambat. Kepolisian Resor Kampar telah melakukan pemeriksaan beberapa kali terhada IPS dan ibunya. Juga telah memanggil H yang diduga sebagai pelaku. Namun H dan keluarganya menolak. Akhirnya, pihak Kepolisian Resor Kampar dan P2TP2A Kabupaten Kampar mengambil suatu keputusan, bahwa setelah IPS melahirkan nanti, akan dilakukan pemeriksaan DNA bayi tersebut dengan H. Dari hasil pemeriksaan DNA tersebut, diharapkan dapat memberikan penyelesaian kasus ini. Dari kasus tersebut diatas bisa jadi renungan kita bersama bagaimaa kita bisa bersikap dan membantu menyelsaikan kasus ini. Adakah yang berkenan untuk menjadi pendamping advokasi pada kasus ini saat ini IPS sangat membutuhkan baju hamil (daster) dan keperluan lain seperti layaknya ibu hamil Mohon diinformasikan ke Panti Sosial Bina remaja Rumbai Pekanbaru, nomor telp (0761. 52217). PSBR melalui RPSA juga sudah melakukan pendampingan psikososial dan memberikan perlindungan terhadap IPS.




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh brsampkrumbai


Berita terpopuler tentang Berita:
MENGENAL METODE SOCIAL GROUP WORK DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 1.732186 Seconds