Profil
· Profil PSBR Rumbai
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Taman Anak Sejahtera
· Profil

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Profil

Profil
Profil



Halaman: 1/4


A. DASAR PEMIKIRAN
Usia remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam kehidupan seseorang. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun saat itu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri dan menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua anak remaja masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi remaja, tuntutan internal membawa mereka mempunyai keinginan untuk mencari jatidiri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa.

Garis pemisah antara awal dan akhir masa remaja terletak kira-kira di sekitar tujuh belas tahun; usia dimana rata-rata setiap remaja memasuki sekolah menengah tingkat atas. Ketika remaja duduk di kelas terakhir biasanya orang tua menganggap hampir dewasa dan berada diambang perbatasan untuk memasuki dunia kerja orang dewasa, melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. 

Salah satu permasalahan yang dihadapi remaja saat ini adalah keinginannya yang tidak dapat melanjutkan sekolah atau putus sekolah. Salah satu penyebab masalah ini adalah ketidak mampuan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya sebagai akibat kondisi sosial ekonomi keluarganya. Selain itu orang tua dan/atau keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan anaknya karena alasan tertentu sehingga anak menjadi terlantar. 

Keterlantaran pada anak secara garis besar disebabkan dua faktor yakni (1) faktor ketidaksengajaan atau dengan perkataan lain karena kondisi yang tidak memungkinkan dari orang tua dan atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan anaknya, (2) faktor kesengajaan  untuk menelantarkan anaknya karena rendahnya tanggung jawab sebagai orang tua dan/atau keluarga terhadap anaknya.

Remaja putus sekolah terlantar pada saat ini termasuk salah satu bagain kompoenen masyarakat yang cukup rentan karena dikawatirkan dapat mengakibatkan berbagai permasalahan sosial seperti anak jalanan dan perilaku kriminal. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat.

Sesuai dengan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI jumlah anak terlantar di Indonesia tahun 2004 berjumlah 3.308.642 jiwa sedangkan tahun 2007 turun menjadi 2.367.693 jiwa. Pemerintah sebagai pemegang amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 34, terus berupaya agar penanganan anak terlantar terus dilakukan melalui berbagai program kesejahteraan sosial anak terlantar baik melalui panti maupun non panti. Salah satu program pelayanan sosial bagi mereka yang mengalami putus sekolah adalah melalui Panti Sosial Bina Remaja (PSBR).

Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) merupakan lembaga Rehabilitasi Sosial yang bertugas memberikan rehabilitasi sosial bagi remaja putus sekolah terlantar secara professional yang memungkinkan terwujudnya kemandirian serta terhindarnya dari berbagai kemungkinan tuimbulnya masalah sosial bagi dirinya. Remaja yang dimaksud disini adalah warga Negara Indonesia, laki-laki dan perempuan yang berusia 13 s.d. 18 tahun karena faktor tertentu mengalami putus sekolah SD, SLTP dsn SLTA.

Rehabilitasi sosial yang dilaksanakan oleh PSBR merupakan proses bantuan/pertolongan yang dilakukan secara terarah, terencana dan sistematis yang menjamin dirinya berkemampuan melaksanakan fungsi sosialnya secara memadai atas dasar profesionalisme. Pelayanan tersebut mencakup bimbingan sosial, psiko-sosial, mental, fisik dan bimbingan keterampilan yang dilaksanakan dalam waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan masalah yanh dihadapi oleh remaja.

Salah satu Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI adalah PSBR “Rumbai” Pekanbaru yang juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya terhadap remaja putus sekolah terlantar yang berada diwilayah Propinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat.




Berikutnya (2/4) Berikutnya