Profil
· Profil PSBR Rumbai
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Taman Anak Sejahtera
· Profil

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Profil

Taman Anak Sejahtera
Taman Anak Sejahtera




 

A. Latar Belakang

Perawatan, Pengasuhan, Perlindungan dan Pendidikan Anak Usia Dini merupakan kebutuhan mendasar yang sangat perlumendapatkan perhatian. Usia dini merupakan masa emas dalam perkembangan manusia, karena pada masa ini mulai dibentuk dan diperluas perkembangan kompetensi anak baik secara kognitif, emosi maupun sosial, yang merupakan peran penting bagi pembentukan kepribadian anak selanjutnya.

 

Perubahan sosial budaya terjadi dalam kehidupan masyarakat menyebabkan terjadinya perubahan pada pola pikir dan perilaku termasuk pada kalangan perempuan yang tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai pekerja. Ibu tidak lagi hanya berfungsi sebagai pendamping suami dan pengasuh anak tetapi juga berfungsi sebagai pendamping suami dan pengasuh anak tetapi juga berfungsi sebagai pencari nafkah membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. Hal tersebut membuat anak harus berpisah dengan ibu dan ayahnya sementara waktu.

 

Disamping itu tuntutan terhadap perkembangan kualitas pola asuh menumbuhkan kesadaran orang tua akan pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini, mendorong para orang tua baik yang bekerja maupun yang tidak, mencari lembaga yang dapat memberikan pelayanan yang bersifat comprehensif dan holistik yang mencakup : interaksi sosial, perawatan, pengasuhan, pelayanan, kesehatan, nutrisi stimulasi interaktif edukatif, dan bimbingan pengasuhan anak bagi orang tua/Good Parenting.

 

Kehadiran Taman Penitipan Anak (TPA) sebagai lembaga pelayanan sosial pengganti saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,namun untuk memenugi kebutuhan yang semakin luas dan menjawab tantangan permasalahan yang lebih kompleks, maka ke depan TPA harus merubah paradigma pelayanannya. TPA harus tampil tidak hanya sebagai pengganti peran oran tua sementara waktu, tetapi harusmampu berfungsi sebagai lembaga pengembangan kapasitas anak sejak usia dini.

 

Berdasarkan hal tersebut diatas Kementerian Sosial RI secara bertahap mendorong panti-panti /Unit Pelaksana Teknis di daerah untuk menyelenggarakan multi layanan. Untuk itu Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Rumbai” Pekanbaru yang merupakan salah satu UPT Kementerian Sosial RI akan menyelenggarakan Taman Balita Sejahtera (TBS) dan pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

 

Dengan hadirnya TBS dan PAUD di PSBR “Rumbai” Pekanbaru diharapkan menjadi wahana yang mampu memenuhi kebutuhan peningkatan kemampuan anak dari semua aspek sejak anak berusia dini, sehingga di masa yang akan datang anak-anak Indonesia dapat menjadi manusia unggul yang mampu menjawab tantangan jawab.

 

 

B. Pengertian

 

1. Taman Penitipan Anak yang selanjutnya disebut Taman Balita Sejahtera (TBS) adalah lembaga pelayanan sosial anak yang memberikan pelayanan holistik dan integratif kepada balita berusia 3 bulan s/d sebelum berusia 5 tahun berupa, perawatan, pengasuhan, pemenuhan gizi, bimbingan sosial, bimbingan mental, spiritual, stimulasi edukatif, permainan dan rekreasi.

 

2. Anak adalah seseorang yang belum berusia antara 5-18 (delapan belas) tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

 

3. Anak Balita (Usia Dini) anak yang berada dalam rentang Usia Emas (Golden Age) berumur 3 bulan sampai 5 tahun, masa yang saangat menentukan untuk perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kognitif anak.

4. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh berkembnag, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasaan dan diskriminasi.

 

5. Pelayanan holistik komprehensif dalah pelayanan yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar mencakup aspek fisik, sosial, emosi, motal, kognitif dan bahasa dan pengembangan fungsi pelayanan pengasuhan perawatan anak (day care), pusat informasi (information centre) lokasi penelitian dan pengembangan (research and development) serta pusat pemagangan. (training centre)

 

6. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

 

C. Tujuan

 

1. Tujuan Umum

    Tercapainya optimalisasi tumbuh kembang anak sebagai upaya memantapkan fungsi keluarga, dan membentuk anak Indonesia yang berkualitas, tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan dewasa.

2. Tujuan Khusus

   

  1. Sebagai lembaga pengganti/sementara/Subtitude yang dapat memberikan pengasuhan, pemeliharaan, perkembangan kapasitas dan perlindungan anak ketia orang tua tidak dapat memberikannya.
  2. Tersedianya TBS dan PAUD sebagai wadah tumbuh kembang anak yang melakukan kegiatan pengasuhan, perawatan, pemberian nutrisi, stimulasi interaktik edukatif pengembangan dan perlindungan bagi balita.

 

 

D. Dasar Hukum

 

1. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial.

2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak.

4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah

5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990tentang Pendidikan Pra Sekolah

7. Keputusan presiden RI Nomor 2 tahun 1989 tentang pembinaan Kesejahteraan Anak.

8. Keputusan menteri Sosial RI Nomor 47 tahun 1990 tentang pendirian Kelompok Bermain Penitipan Anak.

9. Keputusan menteri Pendidikan nasional Nomor 13 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Ditjen PLS Departemen Pendidikan Nasional.

10. Rencana Strategis Depdiknas 2005-2009

11. Surat Edaran Direktur jenderal Pelayanan dan Rehailitasi Sosial RI Nomor : 52/PRS-2/I/2007 tanggal 31 januari 2007 tentang Optimalisasi Panti dan Program Multilayanan Panti.

 

 

E. Sasaran Pelayanan

 

1. Anak Usia Dini berusia anatara 3 bulan sampai dengan 5 tahun dari keluarga PSBR “Rumbai” pekanbaru dan masyarakat umum disekitar PSBR “Rumbai” Pekanbaru lainnya.

2. Keluarga yang berminat memperolah layanan TPS.

 

F. Fungsi

 

Taman Penitipan Anak berfungsi sebagai :

 

1. Fungsi perawatan dan pengasuhan (Day care Service)

      A. memberikan pelayanan pengasuhan bimbingan sosial, pembelajaran dan pelayanan kesehataan dan gizi pada anak.

     

      B. Stimulasi interaktuf edukatif, kegiatan bermain dan rekreasi guna pengembangan kapasitas anak sejak dini.

 

2. Sebagai pusat pelayanan Informasi, tentang anak usia dini. Mengadakan sosialisasi pentingnya optimalisasi tumbuh kembang anak dan sosialisasi mengenai ketentuan dan prosedur pendirian TPA.

 

G. Prinsip Pelayanan

 

1.  Prinsip substitusi bermakna bahwa pelayanan sosial kepada anak di TBS dan PAUD pada prinsipnya tidak mengambil alih tanggung jawab orang tua/keluarga r=terhadap anak, melainkan melengkapi dan memperkuat tanggung jawab orang tua pada waktu tertentu.

 

2.   Pelayanan TBS dan PAUD berdasarkan prinsip penerimaan, individualisasi, komunikasi, kerahasiaan, dan partisipasi.

 

3.   TBS dan PAUD sebagai lembaga kesejahteraan sosial didalam melaksanakan kegiatannya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi pelayanan sosial dan prinsip peksos.

 

4.  Potensi anak tidak terbatas dan setiap anak adalah individu yang baik, sehingga bermain merupakan wahana dlam mengembangkan kemampuan dan kepribadian anak agar dapat belajar mandiri.

 

5.   Aksesibilitas orang tua terhadap anak anaknya yang berada di tbs dan paud, mendukung pengawasan, dukungan dan pemberian kasih sayang bagi anak.

 

6. Pelayanan sosial kepada orang tua selalu berlandaskan pada upaya untuk meningkatkan hubungan anatara anak dan orang tua semakin serasi dan harmonis.

 

7. Pelayanan sosial kepada masyarakat berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi hak-hak anak demi masa depan anak yang terbaik.      

 

 

 

 









[ Kembali ]